![]() |
| Poto genangan Air dijalan Komplek SDN Cibodas RT05/03 |
TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mengakui adanya genangan air di area Stadion Mini Porci, Kecamatan Cibodas, yang disebut turut mengimbas ke Jalan Komplek SDN Cibodas RT 05/03 setiap kali hujan turun.
Warga mengeluhkan genangan terjadi baik saat hujan deras maupun dalam waktu singkat.
“Mau hujannya lama atau sebentar pasti jadi genangan,” ujar salah seorang warga di Jalan Komplek SDN Cibodas RT 05/03,Senin (16/2/26) malam.
Meski demikian, warga menilai keberadaan stadion yang telah direnovasi membawa manfaat bagi aktivitas olahraga di lingkungan tersebut. Namun mereka berharap persoalan genangan segera dituntaskan agar tidak terus berdampak ke akses jalan dan permukiman.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, melalui Sukamto selaku Kasi Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dispora Kota Tangerang, membenarkan adanya kejadian genangan dan menyatakan solusi tengah dicari.
“Memang ada kejadian genangan itu dan sedang kami carikan solusinya,” ujar Sukamto saat dikonfirmasi Selasa(17/2/26).
Ia menjelaskan, sekitar satu pekan lalu Dispora bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Damkar telah turun ke ko lokasi guna mencari titik saluran air yang diduga tersumbat.
“Kami sudah mencari titik mampetnya bersama PU dan Damkar, namun sampai saat ini belum ditemukan di mana letak sumbatannya,” katanya.
Stadion Mini Porci diketahui selesai direnovasi akhir 2025 dan mulai difungsikan awal Januari 2026. Munculnya genangan dalam waktu relatif singkat pasca renovasi tersebut memunculkan perhatian publik.
Dihari yang sama,Pengamat infrastruktur, Muhammad Zainuddin, menilai dalam proyek pembangunan atau peninggian lahan, aspek tata kelola air harus menjadi bagian utama perencanaan.
“Setiap ada perubahan elevasi atau peninggian lahan, pasti berdampak pada pola aliran air. Kalau genangan terjadi berulang, apalagi pada proyek yang masih baru, maka perlu dievaluasi perencanaan drainase dan integrasinya dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan seperti ini umumnya bisa terjadi pada tiga tahapan proyek, yakni perencanaan teknis, pelaksanaan di lapangan, maupun pengawasan saat proyek berlangsung.
“Bukan soal mencari siapa yang salah, tapi memastikan sistemnya bekerja sesuai desain. Kalau belum optimal, berarti perlu perbaikan teknis,” tambahnya.
Dispora menyatakan akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna menemukan penyebab pasti genangan serta langkah penanganannya, agar tidak terus berdampak pada warga sekitar.
Jfr
