-->

Notification

×

Iklan

Iklan

BPJS PBI Tiba -tiba Nonaktif ? jangan Panik, Ini Penjelasan Dinsos Kota Tangerang

Kamis, 12 Februari 2026 | 15.59.00 WIB Last Updated 2026-02-12T09:11:48Z

Gambar ilustrasi/Google

TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID
— Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang mengimbau masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan agar tidak panik apabila status kepesertaannya tiba-tiba nonaktif.

Kepala Dinsos Kota Tangerang Acep Wahyudi di IG dinsos Kota Tangerang menegaskan, status PBI bisa berubah karena sejumlah faktor administratif, seperti data kependudukan yang belum diperbarui, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang belum sinkron, atau belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.


“Warga tidak perlu khawatir. Silakan cek terlebih dahulu status kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN atau menghubungi layanan resmi 165. Jika masih memenuhi syarat, bisa diajukan kembali sesuai prosedur,” ujar Arief perwakilan Dinsos saat dihubungi via WhatsApp.

Dinsos menjelaskan, pembaruan dan sinkronisasi data sangat penting karena kepesertaan PBI mengacu pada DTKS yang terintegrasi dengan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).


Langkah yang Bisa Dilakukan Warga


 warga Kota Tangerang yang mendapati BPJS PBI nonaktif, berikut langkah yang disarankan:

Mengecek status melalui aplikasi Mobile JKN atau Call Center 165

Datang ke kelurahan setempat atau kantor Dinsos Kota Tangerang

Memastikan data NIK dan KK sudah valid dan sinkron di Dukcapil

Mengajukan kembali usulan masuk DTKS apabila memenuhi kriteria


Dinsos juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jasa perantara atau calo dalam proses pengaktifan kembali kepesertaan PBI. Seluruh layanan pengajuan dan pembaruan data dilakukan secara gratis dan melalui jalur resmi pemerintah.

“Kami tegaskan, semua proses ini gratis. Jangan percaya pada oknum yang meminta imbalan,” tegasnya.

Dengan kepesertaan yang aktif, masyarakat tetap terlindungi dan dapat mengakses layanan kesehatan saat dibutuhkan. Dinsos berharap warga proaktif memastikan data kependudukan selalu mutakhir agar tidak terkendala dalam layanan jaminan kesehatan.



Jfr