![]() |
| Manajemen Ciputra Hospital Cita Raya duduk bersama dengan keluarga Pasien Pasca Video Viral |
KAB.TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID– Manajemen Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang bersama keluarga pasien yang videonya sempat beredar luas di media sosial akhirnya sepakat menyelesaikan kesalahpahaman terkait pelayanan pasien peserta BPJS Kesehatan melalui jalur musyawarah.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan langsung yang berlangsung secara terbuka, kondusif, dan mengedepankan prinsip kekeluargaan. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak saling menyampaikan kronologi kejadian secara utuh serta memberikan klarifikasi menyeluruh atas informasi yang sempat beredar di ruang publik.
Hasil dialog menyimpulkan bahwa video dan narasi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan kondisi pelayanan yang sebenarnya, karena disampaikan tanpa konteks lengkap. Baik pihak rumah sakit maupun keluarga pasien sepakat bahwa informasi tersebut tidak akurat dan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Kedua belah pihak juga menyepakati bahwa peristiwa tersebut dipengaruhi oleh situasi emosional keluarga pasien serta miskomunikasi di lapangan, sehingga tidak perlu lagi diperdebatkan atau diperpanjang di ruang publik.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen rumah sakit menjelaskan bahwa pasien anak telah memperoleh pelayanan medis sejak awal kedatangan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dokter, observasi medis, hingga rekomendasi rawat inap sesuai dengan indikasi medis. Penjelasan tersebut disampaikan secara langsung dan diterima dengan baik oleh pihak keluarga pasien.
Perwakilan keluarga pasien, Edih Jayadi, mengakui bahwa video yang sempat beredar dibuat dalam kondisi panik dan penuh kekhawatiran.
“Saat kejadian, suasana sangat emosional. Setelah kami bertemu langsung dan mendapatkan penjelasan secara menyeluruh dari pihak rumah sakit, kami memahami bahwa tidak ada penolakan pelayanan. Video dan berita yang beredar tidak mencerminkan kejadian sebenarnya. Ini murni kesalahpahaman dan kami anggap sebagai kekeliruan bersama,” ujar Edih Jayadi, Senin (9/2/2026).
Edih menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak menyisakan sengketa.
“Kami sepakat menyelesaikan masalah ini melalui musyawarah. Ke depan, kami berharap pelayanan rumah sakit semakin baik dan komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien semakin jelas,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang, dr. Maria Dewi Indrawati, menyampaikan apresiasi atas itikad baik keluarga pasien dalam menyelesaikan persoalan secara terbuka dan konstruktif.
“Kami berterima kasih atas komunikasi yang terbangun dengan baik. Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Masukan dari keluarga pasien menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan komunikasi kepada pasien serta keluarganya,” jelas dr. Maria.
Melalui pertemuan tersebut, kedua belah pihak menegaskan bahwa tidak terdapat sengketa antara rumah sakit dan keluarga pasien. Seluruh permasalahan telah diselesaikan melalui musyawarah dan dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama demi peningkatan kualitas pelayanan ke depan.
Sebagai penegasan, Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang menyatakan bahwa tudingan penolakan pasien BPJS Kesehatan sebagaimana yang beredar dalam video viral sebelumnya adalah tidak benar dan telah diluruskan melalui pertemuan resmi antara manajemen rumah sakit dan keluarga pasien.
Manajemen rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan.
Red
