
Gambar ilustrasi sumber : Google
TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID– Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus tewasnya anggota TNI Angkatan Darat, Prada Arif Budi Sampurna (21), yang diduga menjadi korban pembunuhan di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami total 10 luka tusuk, masing-masing lima luka di bagian depan dan lima luka di bagian belakang tubuh.
"Dari hasil pemeriksaan, luka korban ada di depan lima tusukan dan di belakang lima tusukan," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Wira menjelaskan, Prada Arif Budi Sampurna merupakan anggota TNI AD yang berdinas di YonTP 804/Cenderawasih, Papua. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni BR, RRGB, MKN, dan H. Keempatnya berhasil ditangkap di sejumlah lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara dalam waktu kurang dari 1x24 jam.
"Empat tersangka ditangkap di sejumlah lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian dalam waktu kurang dari 1x24 jam. Keempat tersangka berinisial BR, RRGB, MKN, H yang melakukan kekerasan terhadap korban," kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo.
Saat ini, keempat tersangka telah ditahan. Penanganan perkara dilakukan oleh Polres Tangerang Selatan dengan pendampingan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
"Untuk empat orang tersangka saat ini kami lakukan penahanan dan kami titipkan di rumah tahanan Polda Metro Jaya," jelas AKP Wira.
Korban sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di pinggir Jalan Raya Pondok Hijau Golf pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIB. Penemuan tersebut juga sempat beredar luas di media sosial melalui unggahan akun Instagram @jurnalmiliter, yang memperlihatkan proses evakuasi korban oleh petugas kepolisian sebelum dibawa menggunakan ambulans.
Polisi masih terus mendalami motif pembunuhan tersebut, termasuk rangkaian peristiwa yang diduga terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Red/Jfr