-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Semarak HUT RI di Aitoun,Generasi Muda Hidupkan Tradisi Likurai dan Tebe

Jumat, 11 September 2026 | 23.07.00 WIB Last Updated 2026-09-11T16:07:08Z

Semarak HUT RI di Aitoun,Generasi Muda Hidupkan Tradisi Likurai dan Tebe
Semarak HUT RI di Aitun Kabupaten Belu NTT

KAB,BELU NTT,BERITATANGERANG.CO.ID
— Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kemerdekaan.


Di tengah berbagai kegiatan perayaan, masyarakat Desa Aitoun juga menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk merawat sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.


Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan tarian Likurai dan Tebe, dua kesenian tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, termasuk generasi muda yang ikut ambil bagian dalam latihan maupun penampilan.

Bagi anak-anak dan generasi muda Aitoun, keterlibatan dalam tarian tradisional tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan acara kemerdekaan. Ada proses belajar untuk mengenal budaya yang diwariskan oleh para leluhur.




Melalui latihan dan pertunjukan Likurai serta Tebe, generasi muda diperkenalkan pada nilai kebersamaan, kekompakan, disiplin, dan rasa memiliki terhadap identitas budaya daerah.

Suasana semakin semarak ketika para penari tampil bersama. Gerakan yang dilakukan secara berkelompok memperlihatkan kekompakan sekaligus menjadi gambaran bahwa budaya tidak cukup hanya disaksikan, tetapi perlu dipelajari dan dipraktikkan agar tetap hidup.



Momentum perayaan kemerdekaan pun memberikan ruang bagi budaya lokal untuk tampil di tengah masyarakat. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga agar Likurai dan Tebe tetap dikenal di tengah perkembangan zaman.



Hal tersebut menjadi penting karena perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya baru berlangsung begitu cepat. Tanpa adanya proses pengenalan dan pewarisan kepada generasi muda, kesenian tradisional berpotensi semakin jarang dimainkan dan perlahan kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, kegiatan budaya dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI di Desa Aitoun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Dukungan masyarakat, tokoh adat, generasi muda, dan pemerintah desa diperlukan agar ruang untuk mempelajari serta menampilkan budaya lokal dapat terus terjaga.



Pelestarian budaya pada akhirnya bukan hanya soal mempertahankan sebuah tarian. Lebih dari itu, terdapat nilai, sejarah, identitas, dan kebanggaan masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dari Desa Aitoun, semangat kemerdekaan pun menemukan makna yang lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan berbagai kegiatan, tetapi juga melalui upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, dipelajari, dan dikenal oleh generasi mendatang.



Likurai dan Tebe menjadi bagian dari warisan tersebut. Kini, generasi muda Aitoun memiliki peran penting untuk memastikan warisan budaya itu tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup di tengah masyarakat.



Kontributor

Maria virgo lidia tallo