-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Spanduk Misterius di Pantura Terungkap, FOMPPA Pasang Puluhan Spanduk Protes Jalan Rusak

Minggu, 22 Februari 2026 | 22.33.00 WIB Last Updated 2026-02-22T15:33:06Z

Spanduk Misterius di Pantura Terungkap, FOMPPA Pasang Puluhan Spanduk Protes Jalan Rusak
Spanduk 

TANGERANG, BERITATANGERANG.CO.ID
— Spanduk misterius yang sempat terpasang di jalur Pantura, wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, akhirnya terungkap. Aksi tersebut merupakan inisiatif Forum Masyarakat Peduli Pakuhaji (FOMPPA) sebagai bentuk protes terhadap kerusakan Jalan Raya Tangerang Utara dan operasional kendaraan bertonase besar yang dinilai semakin tak terkendali.


Dalam spanduk itu terpampang foto Dedi Mulyadi disertai tulisan “Kang Dedi Tolong ke Banten, Jalan Raya Tangerang Utara Sudah Hancuuur..” lengkap dengan tagar #STOPMOBILITANAH dan #STOPPIK2.

Ketua dan anggota FOMPPA menyebut, pemasangan puluhan spanduk tersebut merupakan bentuk mosi tidak percaya terhadap pengawasan dan penertiban kendaraan berat yang melintas di jalur Pantura. Mereka menilai, aktivitas truk tanah dan kendaraan bertonase besar menjadi salah satu faktor utama kerusakan jalan sekaligus penyebab debu yang mengganggu kesehatan warga.


“Aksi ini bukan sekadar sensasi. Ini bentuk kekecewaan kami. Jalan rusak, debu truk setiap hari kami hirup. Tapi seolah tidak ada tindakan tegas,” ujar perwakilan warga.

Aksi tersebut bahkan menjadi sorotan dengan judul artikel: “Bukan Iklan Skincare, Warga Pakuhaji Pajang Foto Kang Dedi Demi Usir Debu Truk”, yang menggambarkan sindiran warga atas kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan.


Warga mengakui, penggunaan foto Gubernur Jawa Barat dalam spanduk itu merupakan bentuk satire. Mereka berharap pemerintah daerah di Kabupaten Tangerang maupun Provinsi Banten tersentil dan segera mengambil langkah konkret.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai tuntutan warga maupun rencana penanganan kendaraan bertonase besar di wilayah tersebut.


FOMPPA menegaskan, aksi pemasangan spanduk akan terus dilakukan selama belum ada kepastian solusi atas persoalan jalan rusak dan debu truk yang dikeluhkan masyarakat Pakuhaji.


Red/jfr