![]() |
| Korban kecelakaan diduga akibat tambalan paving blok |
TANGERANG.BERITA TANGERANG.CO.ID-Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa seorang pengendara sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang, pada Minggu malam (1/2/2026).
Korban diketahui bernama Adlinabil Maulanahasan, warga Keroncong, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.11 WIB, saat korban mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 3198 COZ dari arah Pasar Induk Tanah Tinggi menuju Cikokol.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, setibanya di titik perbaikan jalan di Jalan Jenderal Sudirman, roda depan sepeda motor korban menghantam gundukan lubang yang ditutup menggunakan paving block. Benturan tersebut menyebabkan kendaraan kehilangan traksi, oleng, lalu terpelanting dan terseret beberapa meter.
Permukaan jalan yang tidak rata, kaku, dan minim daya cengkeram, ditambah keterbatasan pencahayaan pada malam hari, diduga menjadi faktor dominan terjadinya kecelakaan.
Korban, Adlinabil Maulanahasan, mengaku tidak menyangka adanya tambalan paving block di ruas jalan protokol dengan arus lalu lintas padat.
“Saya tidak menyangka ada tambalan seperti itu di jalan utama. Begitu roda depan saya menghantam gundukan paving block, motor langsung oleng dan tidak bisa dikendalikan,” ujar Adlinabil sambil menahan rasa sakit.
Menurutnya, karakter tambalan yang menonjol dan berbeda dengan permukaan aspal membuat pengendara tidak memiliki ruang untuk mengantisipasi bahaya, terutama saat malam hari.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka robek pada telapak tangan, serta luka di beberapa bagian tubuh lainnya. Sepeda motor korban juga mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan dan gesekan di badan jalan.
Kecelakaan ini memperkuat sorotan publik terhadap enggannya metode penambalan paving block di jalan protokol. Berdasarkan pantauan, paving dipasang tanpa perataan memadai, sehingga menciptakan perbedaan elevasi yang membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua.
Penggunaan paving block pada jalan arteri utama dinilai tidak sejalan dengan standar keselamatan lalu lintas. Jalan protokol dengan volume kendaraan tinggi semestinya menggunakan perkerasan aspal atau beton yang memiliki kestabilan dan daya cengkeram lebih baik.
Sejumlah pengguna jalan menilai penanganan kerusakan jalan tersebut terkesan hanya sebagai solusi instan, tanpa perencanaan matang dan tanpa penanda peringatan yang memadai.
“Kesan di lapangan seperti sekadar menutup lubang, bukan memperbaiki. Padahal ini jalan utama dan risikonya besar,” ujar salah seorang pengendara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai alasan penggunaan paving block maupun rencana pengaspalan permanen di lokasi tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar keselamatan pengguna jalan tidak kembali dipertaruhkan.
Red/Jfr
