Notification

×

Iklan

Iklan

Nisfu Sya’ban : Malam Penuh Keutamaan, Saat Tepat Menata Diri Menjelang Ramadan

Senin, 02 Februari 2026 | 20.05.00 WIB Last Updated 2026-02-02T13:07:46Z

Nisfu Sya’ban : Malam Penuh Keutamaan, Saat Tepat Menata Diri Menjelang Ramadan
Ilusterasi Malam Nisfu Syaban

TANGERANG.BERITATANGERANG.CO.ID-
Umat Islam memperingati Nisfu Sya’ban, malam pertengahan bulan Sya’ban yang jatuh pada tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriah. Malam ini dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam Islam, karena diyakini menyimpan banyak keutamaan dan menjadi momentum penting untuk memperbanyak ibadah serta introspeksi diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan.


Di berbagai daerah, Nisfu Sya’ban diperingati dengan kegiatan keagamaan di masjid dan musala. Mulai dari pembacaan Surah Yasin, doa bersama, zikir, hingga salat sunnah berjamaah. Suasana khusyuk dan penuh ketenangan menyelimuti malam tersebut, mencerminkan harapan umat Islam untuk meraih ampunan dan keberkahan.



Secara makna, Nisfu Sya’ban sering dipahami sebagai malam pengampunan. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa, memohon ampun atas dosa-dosa yang telah lalu, baik yang disadari maupun yang luput dari perhatian. Momentum ini juga menjadi ajakan untuk membersihkan hati dari rasa dengki, iri, dan permusuhan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.



Para ulama menjelaskan bahwa salah satu faedah penting Nisfu Sya’ban adalah sebagai pengingat untuk menata kembali arah hidup. Setelah sebelas bulan berlalu dengan berbagai aktivitas duniawi, Nisfu Sya’ban hadir sebagai jeda spiritual—mengajak umat untuk berhenti sejenak, merenung, dan menilai kembali kualitas iman serta amal perbuatan.


Selain itu, Nisfu Sya’ban juga dimaknai sebagai gerbang persiapan menuju Ramadan. Ibadah yang dilakukan pada malam ini diharapkan dapat melatih kepekaan spiritual, sehingga umat tidak kaget saat memasuki Ramadan yang menuntut kesungguhan dalam berpuasa, beribadah, dan menahan diri.


Tak hanya berdimensi ibadah personal, Nisfu Sya’ban juga mengandung nilai sosial yang kuat. Umat Islam diajak untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.


Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Dengan memaknai Nisfu Sya’ban secara utuh,baik secara spiritual maupun sosial,umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih lurus, dan semangat ibadah yang lebih kuat. Nisfu Sya’ban pun tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan momentum nyata untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.



Red/Jfr