![]() |
| Gambar ilustrasi |
TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID – Pascakebakaran gudang bahan kimia di wilayah Tangerang Selatan Senin (9/2/26),masyarakat diminta waspada terhadap potensi pencemaran Sungai Cisadane, terutama terkait konsumsi ikan dari aliran sungai tersebut.
Kronologi Peristiwa
Kebakaran gudang bahan kimia dan pestisida terjadi pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 04.30 WIB, di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Api dengan cepat membesar karena di dalam gudang tersimpan bahan-bahan kimia mudah terbakar. Proses pemadaman berlangsung berjam-jam hingga api benar-benar dapat dikendalikan.
Dalam proses pemadaman dan akibat hujan, cairan sisa bahan kimia diduga mengalir ke saluran air dan anak sungai yang bermuara ke Sungai Cisadane. Beberapa jam hingga hari berikutnya, warga melaporkan bau menyengat, perubahan warna air, serta ikan mati mendadak di sejumlah titik aliran sungai.
Potensi Pencemaran Sungai
Limbah kimia dari gudang yang terbakar diduga mengandung zat berbahaya seperti pestisida atau senyawa toksik lainnya. Zat ini dapat:
Menyebabkan kematian ikan secara massal,
Menumpuk di jaringan tubuh ikan (bioakumulasi),
Tetap berbahaya meski ikan dimasak matang.
Kondisi ini menjadikan ikan dari perairan terdampak tidak aman untuk dikonsumsi hingga ada hasil uji laboratorium yang menyatakan sebaliknya.
Bahaya Kesehatan Jika Ikan Tercemar Dikonsumsi
Dilansir dari laman resmi WHO dan FAO serta Kementerian kesehatan,Mengonsumsi ikan yang terpapar limbah kimia berisiko menimbulkan:
Keracunan akut,
Gangguan fungsi hati dan ginjal,
Gangguan saraf dan sistem hormon,
Penurunan daya tahan tubuh,
Risiko jangka panjang seperti kanker,
Dampak serius bagi ibu hamil dan anak, termasuk gangguan perkembangan janin.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala awal (akut):
Mual dan muntah
Diare, nyeri perut
Pusing atau sakit kepala
Rasa aneh di mulut
Iritasi kulit setelah kontak dengan air sungai
Gejala lanjutan:
Lemas berkepanjangan
Gangguan pernapasan
Nyeri di area hati atau ginjal
Tremor, kesemutan, gangguan konsentrasi
Jika mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi ikan atau kontak dengan air sungai, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Imbauan untuk Masyarakat
Tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane dan anak sungainya untuk sementara waktu.
Menghindari aktivitas langsung di sungai seperti mandi, mencuci, atau bermain air.
Mengikuti imbauan resmi pemerintah dan instansi terkait sambil menunggu hasil uji kualitas air.
Melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan ikan mati mendadak atau perubahan mencolok pada air sungai.
Hingga saat ini, instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan tingkat pencemaran serta langkah penanganan lanjutan demi melindungi kesehatan masyarakat.
Red
