
SMSI Kota Tangerang bersama walikota Cilegon Robinsar di Monumen Siber Indonesia Alun Alun Kota Cilegon
BANTEN,BERITATANGERANG.CO.ID- Kota Cilegon kembali mencatatkan sejarah penting bagi dunia pers nasional. Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Cilegon dan diresmikan pada Sabtu (7/2/2026).Monumen tersebut menjadi simbol perjalanan panjang SMSI yang lahir di Kota Cilegon pada 7 Maret 2017.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, didampingi Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, beserta jajaran pemerintah daerah. Acara ini turut disaksikan pengurus dan anggota SMSI dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Robinsar menyampaikan kebanggaannya atas berdirinya Monumen SMSI di ruang publik Kota Cilegon. Ia berharap kemitraan antara pemerintah dan insan pers, khususnya SMSI, dapat terus terjalin dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat datang dan bangga atas hadirnya SMSI di Kota Cilegon. Semoga komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah dalam menginformasikan kepentingan publik terus digaungkan,” ujarnya.
Monumen SMSI yang berdiri megah di Alun-alun Kota Cilegon ini mengusung desain kontemporer yang merefleksikan era digital. Struktur monumen berbentuk limas segi tujuh dengan tinggi sekitar dua meter, terbuat dari material baja berwarna perak. Baja dipilih sebagai simbol kekuatan industri Kota Cilegon sekaligus ketangguhan mental insan pers siber dalam menghadapi tantangan zaman.
![]() |
| Monumen Siber Indonesia |
Pada bagian badan monumen terdapat ukiran grafis menyerupai jalur sirkuit elektronik atau motherboard, yang menegaskan identitas SMSI sebagai organisasi media berbasis teknologi digital. Tujuh sisi monumen melambangkan tujuh pilar nilai dasar pers SMSI, yakni Undang-Undang Pers, Pedoman Pemberitaan Media Siber, Kode Etik Jurnalistik, serta fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
Tokoh masyarakat Cilegon, Tb. Iman Aryadi, berharap monumen tersebut menjadi pengingat bagi jurnalis untuk tetap menjaga idealisme dan nilai-nilai jurnalistik.
“Mudah-mudahan ini menjadi tonggak sejarah, terutama dalam menegakkan nilai-nilai jurnalistik. Media adalah idealisme untuk menyampaikan kebenaran kepada publik,” ujarnya.
Senada, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menegaskan bahwa monumen ini merupakan representasi dari fungsi pers yang utuh sesuai amanat undang-undang.
“Itu menggambarkan fungsi pers yang harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari informasi, hiburan, hingga kontrol sosial, dengan tetap berpedoman pada aturan dan kode etik,” tegasnya.
Peresmian monumen ini juga dihadiri pengurus SMSI dari berbagai provinsi. Sekretaris Jenderal SMSI Sumatera Barat, Gus Fen Khaerul, menyebut Cilegon memiliki nilai historis yang kuat bagi jurnalis media siber di Indonesia. Sementara Ketua SMSI Sumatera Utara, Erris Julietta Napitupulu, menekankan pentingnya sinergi pers dan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat secara berimbang dan faktual.
Kepala Diskominfo SP Provinsi Banten, Beny Ismail, menyambut positif kehadiran monumen tersebut sebagai cikal bakal ekosistem pers yang sehat. Ia berharap semangat pers yang dimulai dari Cilegon dapat terus disebarkan hingga tingkat nasional dan internasional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, SMSI Kota Tangerang turut hadir mengikuti prosesi peresmian Monumen SMSI yang menjadi bagian dari agenda Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Banten. Ketua SMSI Kota Tangerang, Azhari Zaki Al-Qadri, diwakili oleh Sekretaris Jenderal SMSI Kota Tangerang, Jefriansyah, bersama jajaran pengurus.
Kehadiran SMSI Kota Tangerang menegaskan komitmen insan pers daerah dalam menjaga marwah pers siber yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Red/Jfr

