-->

Notification

×

Iklan

Iklan

DLH Sebut Sampel Air Cisadane Diambil di Tiga Titik,Tinggal Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Rabu, 11 Februari 2026 | 09.54.00 WIB Last Updated 2026-02-11T03:04:47Z

DLH Sebut Sampel Air Cisadane Diambil di Tiga Titik,Tinggal Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Pengambilan sampel Air Sungai Cisadane

TANGERANG,BERITATANGERANG.CO ID
— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Cisadane di sejumlah titik strategis menyusul dugaan pencemaran pascakebakaran gudang Kimia di wilayah Tangerang Selatan.


Pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh, mencakup titik hulu di perbatasan Kota Tangerang–Tangerang Selatan, titik tengah aliran sungai, hingga titik hilir di kawasan Pintu Air 10. Langkah tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air Sungai Cisadane secara komprehensif dari hulu hingga hilir.


“Titik sampel air yang diambil meliputi hulu perbatasan Kota Tangerang dan Tangsel, titik tengah, serta hilir di Pintu Air 10,” ujar Kadis DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi Melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Hendri P Syahputra,Rabu (11/2/26).


Hasil Uji Laboratorium Masih Proses


Terkait kemungkinan ditemukannya zat berbahaya yang melebihi baku mutu lingkungan, DLH Kota Tangerang menyatakan hasil uji laboratorium hingga kini masih dalam proses.

“Kita masih menunggu hasil laboratorium yang dilakukan oleh DLH serta Kementerian Lingkungan Hidup, karena keduanya sama-sama mengambil sampel air Sungai Cisadane,” jelas Hendri.

Menurutnya, proses uji laboratorium membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan analisis sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta standar Komite Akreditasi Nasional (KAN).


Berpotensi Berdampak Jangka Panjang


DLH Kota Tangerang tidak menampik, apabila dugaan pencemaran Sungai Cisadane tidak ditangani dengan baik, maka berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem sungai maupun kesehatan warga yang bermukim di bantaran.

“Kalau tidak ditangani, tentu akan berdampak,” ujarnya.


DLH juga mencatat adanya informasi yang beredar di media sosial terkait rencana pihak penanggung jawab gudang yang terbakar untuk memberikan obat penetral guna mengurangi dampak pencemaran. Namun, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.


“Berdasarkan informasi di media sosial, pihak penanggung jawab gudang yang terbakar akan mencoba memberikan obat penetral. Untuk hal itu, silakan dikonfirmasi ke pihak terkait dan DLH Tangerang Selatan,” kata Hendri.


Imbauan Dikeluarkan, Transparansi Tetap Dijanjikan


Meski hasil uji laboratorium belum dipublikasikan, DLH Kota Tangerang telah mengeluarkan imbauan pembatasan aktivitas warga di Sungai Cisadane sebagai langkah antisipasi dan perlindungan sementara bagi masyarakat.

“Hasil lab memerlukan beberapa waktu sesuai SOP analisis standar KAN. Untuk itu, sementara waktu kami memberikan imbauan sebagaimana yang sudah kami sampaikan,” pungkasnya.


DLH Kota Tangerang juga membuka kemungkinan hasil uji laboratorium akan disampaikan secara utuh ke publik setelah seluruh proses analisis selesai, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.



Red/Jfr