Notification

×

Iklan

Iklan

Refleksi Akhir 2025, Kota Tangerang Tumbuh Cepat Tantangan Datang Bersamaan

Rabu, 31 Desember 2025 | 18.53.00 WIB Last Updated 2025-12-31T11:58:53Z

Refleksi Akhir 2025, Kota Tangerang Tumbuh Cepat Tantangan Datang Bersamaan
Kota Tangerang 

TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID
— Menjelang penutupan tahun 2025, Kota Tangerang kembali dihadapkan pada potret klasik kota urban: pertumbuhan yang pesat, diiringi tantangan yang tak pernah sederhana. Data sepanjang tahun menunjukkan, laju pembangunan dan aktivitas masyarakat meningkat, namun kualitas hidup warga masih diuji oleh persoalan lama yang belum sepenuhnya terurai.


Pembangunan Melaju, Ruang Kota Kian Padat

Sebagai kota penyangga Jakarta, Tangerang terus berkembang dengan bertambahnya kawasan hunian, pusat perdagangan, dan aktivitas jasa. Pertumbuhan ini mendorong roda ekonomi, tetapi sekaligus menambah tekanan pada ruang kota. Kepadatan penduduk meningkat, ruang terbuka hijau tergerus, dan beban infrastruktur makin berat.

Bagi sebagian warga, kemajuan kota terasa nyata. Namun bagi yang lain, hidup justru kian menuntut adaptasi—mulai dari jarak tempuh harian hingga kualitas lingkungan.


Banjir, Masalah Berulang yang Belum Usai

Data kejadian banjir sepanjang 2025 kembali menempatkan persoalan drainase dan tata ruang sebagai pekerjaan rumah besar. Hujan dengan intensitas tinggi masih memicu genangan di sejumlah wilayah. Upaya normalisasi saluran dan pengendalian banjir memang berjalan, tetapi alih fungsi lahan dan persoalan sampah memperumit hasil di lapangan.

Banjir tak lagi dipandang sekadar bencana musiman, melainkan cermin ketahanan kota menghadapi perubahan iklim dan perilaku warganya sendiri.


Mobilitas dan Lalu Lintas: Antara Kebutuhan dan Kedisiplinan

Pertumbuhan kendaraan bermotor terus melampaui kapasitas jalan. Kemacetan menjadi rutinitas di jam sibuk, sementara transportasi publik belum sepenuhnya menjadi pilihan utama masyarakat. Di sisi lain, data pelanggaran lalu lintas menunjukkan persoalan disiplin masih menjadi tantangan, terlebih ketika penindakan manual berkurang dan sistem elektronik belum optimal menjangkau semua titik.

Mobilitas warga Tangerang di 2025 menegaskan satu hal: kota modern membutuhkan perubahan budaya, bukan hanya pembangunan fisik.


Keamanan Sosial dan Kejahatan Digital

Laporan kejahatan menunjukkan dinamika yang kompleks. Kasus konvensional mengalami fluktuasi, sementara kejahatan berbasis digital—seperti penipuan online—menunjukkan tren meningkat seiring masifnya penggunaan media sosial.

Di sisi lain, pengungkapan kasus narkoba dan obat-obatan terlarang sepanjang paruh kedua 2025 mencatat peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah perkara maupun barang bukti. Fenomena ini menandai keberhasilan penindakan, sekaligus mengingatkan bahwa ancaman sosial masih nyata di tengah masyarakat urban.


UMKM: Bertahan di Tengah Tekanan

UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi warga. Sepanjang 2025, banyak pelaku usaha kecil mampu bertahan meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya stabil. Program pembinaan dan bantuan modal memang ada, namun belum merata dirasakan.

Bagi pelaku UMKM, bertahan hingga akhir tahun bukan perkara kecil. Di tengah biaya hidup yang meningkat, keberlangsungan usaha menjadi capaian tersendiri.


Pelayanan Publik dan Harapan Warga

Dari sisi sistem, pelayanan publik di Kota Tangerang menunjukkan kemajuan melalui digitalisasi dan penyederhanaan prosedur. Namun, data keluhan masyarakat masih menyoroti aspek responsivitas dan komunikasi. Kecepatan layanan belum selalu sejalan dengan ekspektasi warga, termasuk dalam hal keterbukaan informasi.

Di era keterbukaan, pelayanan publik tak hanya diukur dari sistem, tetapi juga dari sikap dan kemauan untuk mendengar.


Catatan Akhir Tahun

Tahun 2025 menempatkan Kota Tangerang sebagai kota yang terus bergerak kadang cepat, kadang tertatih. Ada kemajuan yang layak diapresiasi, ada persoalan yang menuntut keberanian untuk dibenahi secara konsisten.

Refleksi akhir tahun ini menjadi pengingat bahwa membangun kota bukan sekadar menambah gedung dan jalan, melainkan memastikan warganya merasa aman, nyaman, dan didengar.


Red/Jfr