-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kanvas Raksasa di Tengah Komplek, Warga Griya Indah Serpong Adu Kreativitas Lewat Mural

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16.55.00 WIB Last Updated 2026-08-16T09:55:35Z

Kanvas Raksasa di Tengah Komplek, Warga Griya Indah Serpong Adu Kreativitas Lewat Mural
Lomba Mural  Peringati HUT RI ke 81 Warga Komplek Griya Indah Serpong Kecamatan Gunung Sindur

BOGOR,BERITATANGERANG.CO.ID-
Suasana malam di Komplek Griya Indah Serpong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, berubah menjadi panggung kreativitas. Di tengah dinginnya malam, puluhan warga rela begadang hingga menjelang subuh demi menuangkan imajinasi dalam sebuah Lomba Mural Art menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Digelar Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 15–16 Agustus 2026, lomba berlangsung sejak pukul 19.30 WIB hingga sekitar 04.30 WIB. Bukan kanvas biasa yang digunakan, melainkan badan jalan komplek berukuran sekitar 6,2 meter x 3,8 meter yang disulap menjadi ruang ekspresi bagi para peserta.



Suasana semakin meriah karena ratusan warga ikut menyaksikan. Ada yang memberikan semangat, membantu menyiapkan perlengkapan, hingga sekadar menikmati perubahan jalan lingkungan menjadi galeri seni terbuka.


Tema Nusantara Ditentukan Secara Acak

Setiap tim beranggotakan tiga orang. Tantangannya bukan hanya menghasilkan gambar yang menarik, tetapi menerjemahkan tema yang diberikan panitia melalui hasil pengundian.


Beragam tema Nusantara harus dituangkan ke dalam mural, mulai dari sejarah dan perjuangan bangsa, pembangunan Ibu Kota Nusantara, Surabaya sebagai Kota Pahlawan, hingga panorama Labuan Bajo, Dieng, Gunung Merapi, Waduk Darma Kuningan dan kekayaan biota laut Indonesia Timur.


Tema lain tak kalah menarik. Peserta juga ditantang menggambarkan karakter kota dan budaya Indonesia, seperti Bandung Kota Kembang, Jakarta sebagai pusat bisnis, Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan Kuliner, hingga kesenian tradisional Tari Saman, Tari Kecak, Jaipong, Tari Piring dan Reog Ponorogo.


Panitia menyediakan cat khusus tembok kualitas Grade A yang kemudian diracik dengan campuran air agar dapat diaplikasikan pada permukaan jalan berbahan semen maupun aspal.


Dari Anak 10 Tahun hingga Senior 67 Tahun

Yang membuat lomba semakin istimewa adalah keberagaman usia pesertanya.

Peserta termuda tercatat masih berusia sekitar 10 tahun. Sementara peserta tertua mencapai sekitar 67 tahun.


Perbedaan generasi itu justru menjadi warna tersendiri. Anak-anak, orang dewasa hingga warga senior terlihat berbaur, bertukar ide dan bekerja bersama menyelesaikan lukisan masing-masing.


Tak sedikit warga yang memilih bertahan hingga dini hari. Sorak dukungan dan aktivitas peserta terus terdengar ketika sebagian besar lingkungan mulai terlelap.

Semangat kebersamaan tersebut turut mendapat perhatian dari jajaran pemerintah setempat yang hadir memantau jalannya kegiatan.


Ketua Panitia Pelaksana, Ipda Nebil, yang sehari-hari berdinas di Bareskrim Polri, mengatakan lomba tersebut sejak awal dirancang bukan semata-mata untuk mencari pemenang.


Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan bakat sekaligus menanamkan nilai nasionalisme melalui seni.

“Visi kami mengadakan lomba ini adalah untuk menumbuhkan bakat kreativitas warga di bidang seni lukis agar mereka memiliki ruang berekspresi yang positif. Terlebih di momen Agustusan ini, melalui goresan kuas bertema Nusantara, kami ingin selalu menanamkan jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air di hati warga, khususnya generasi muda,” ujar Ipda Nebil.


Hadiah Berputar Kembali ke Warga

Menariknya, apresiasi kepada peserta tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai. Panitia juga menyiapkan voucher belanja yang dapat digunakan di pelaku UMKM di lingkungan sekitar.


Konsep tersebut sengaja dipilih agar kemeriahan perayaan kemerdekaan ikut memberikan dampak ekonomi bagi warga.

Dengan demikian, bukan hanya peserta yang mendapatkan manfaat. Pelaku usaha mikro di lingkungan komplek juga ikut merasakan perputaran ekonomi dari kegiatan tersebut.


Hingga menjelang matahari terbit, jalanan Komplek Griya Indah Serpong yang biasanya menjadi akses warga telah berubah menjadi deretan karya seni penuh warna.

Bagi warga, mural semalam suntuk itu bukan sekadar perlombaan. Ia menjadi gambaran kecil bagaimana kemerdekaan dirayakan: dengan kreativitas, gotong royong, lintas generasi dan kecintaan terhadap Indonesia.


Di usia ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Griya Indah Serpong membuktikan bahwa semangat nasionalisme tak selalu harus disampaikan lewat pidato. Kadang, ia cukup dituangkan melalui sapuan kuas di atas jalan dan karya yang dikerjakan bersama hingga pagi.


Red