-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pedagang Pasar Cisoka Tunda Demo di Puspem, Bupati Janji Temui Massa Selasa Depan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21.34.00 WIB Last Updated 2026-06-04T14:34:22Z

Pedagang Pasar Cisoka Tunda Demo di Puspem, Bupati Janji Temui Massa Selasa Depan

KAB,TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID
-–  aksi unjuk rasa ratusan pedagang Pasar Cisoka di depan Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa, Kamis (4/6/2026), akhirnya ditunda setelah Pemerintah Kabupaten Tangerang menjanjikan pertemuan langsung dengan Bupati Moch. Maesyal Rasyid pada Selasa (9/6/2026) mendatang.


Para pedagang yang sejak pagi telah berkumpul dan bersiap menyampaikan aspirasi terkait persoalan relokasi serta penataan area eks Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS), memilih menahan aksi setelah mendapat penjelasan langsung dari Camat Cisoka, Sumartono.


Di hadapan massa, Sumartono menyampaikan bahwa Bupati Tangerang sedang menjalankan tugas di luar daerah sehingga tidak dapat menemui para pedagang pada hari itu. Namun, menurutnya, Bupati telah meminta agar para pedagang diberikan kesempatan untuk menyampaikan seluruh aspirasi, keluhan, dan tuntutan mereka dalam audiensi resmi yang dijadwalkan pekan depan.

"Kami meminta bapak dan ibu pedagang untuk menunda aksi hari ini. Pimpinan sudah menyampaikan kesediaannya untuk menerima dan mendengarkan seluruh aspirasi pedagang Pasar Cisoka pada Selasa, 9 Juni 2026," ujar Sumartono.


Dalam upaya meredam ketegangan, sejumlah unsur pemerintah dan aparat turut hadir, di antaranya Kapolsek Cisoka AKP Aditya beserta jajaran, anggota Koramil Cisoka, perwakilan Pemda Kabupaten Tangerang, jajaran Perumda Niaga Kerta Raharja (NKR), tokoh agama, dan tokoh masyarakat.


Sumartono menegaskan, Pemkab Tangerang tetap berkomitmen menjalankan penataan kawasan perdagangan sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, Pasar Cisoka masih memiliki banyak ruang dagang yang dapat dimanfaatkan untuk menampung para pedagang yang selama ini berjualan di area eks TPPS.

"Berbagai kemudahan sudah diberikan. Kami akan terus melakukan pendekatan persuasif, namun penataan tetap harus berjalan. Di Pasar Cisoka masih tersedia ruang dagang yang cukup untuk menampung para pedagang," katanya.


Sementara itu, Direktur Operasional Perumda NKR, Abdul Haer, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi jauh hari kepada para pedagang agar berpindah ke lokasi yang telah disediakan.

"Bahkan sebelum Hari Raya kami sudah membuka layanan konsultasi bagi pedagang eks TPPS yang akan menempati kios atau lapak di Pasar Cisoka. Seluruh langkah yang sudah dilakukan akan menjadi bahan pertimbangan Bupati dalam audiensi nanti," jelasnya.


Di sisi lain, perwakilan pedagang yang akrab disapa Kang Nana menegaskan bahwa penundaan aksi bukan berarti perjuangan mereka berhenti. Menurutnya, para pedagang hanya menghormati permintaan pemerintah daerah untuk menunggu audiensi dengan Bupati.

"Hari ini bukan membatalkan perjuangan kami. Kami hanya menunda penyampaian aspirasi, keluhan, dan tuntutan karena ada komitmen dari pemerintah untuk mempertemukan kami dengan Bupati pada Selasa nanti," tegas Nana.


Ia berharap audiensi tersebut mampu menghasilkan solusi konkret atas persoalan yang selama ini dikeluhkan para pedagang.

"Kami menunggu realisasi janji tersebut. Selasa nanti menjadi momentum penting bagi nasib para pedagang Pasar Cisoka yang selama ini memperjuangkan hak dan kepastian tempat usaha mereka," pungkasnya.

Red/Agus Kuncir/Tim