![]() |
| PWI Pusat |
JAKARTA,BERITATANGERANG.CO.ID – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Munir Akhmad, melakukan penyesuaian susunan kepengurusan harian organisasi melalui Surat Keputusan (SK) PWI Pusat Nomor 081-PLP/PP-PWI/VI/2026. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal sekaligus menjaga kesinambungan program-program PWI Pusat.
Penyesuaian kepengurusan itu ditetapkan pada Senin, 19 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal organisasi di tengah dinamika yang dihadapi dunia pers nasional.
Dalam susunan baru tersebut, Marthen Selamet Susanto resmi ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat menggantikan almarhum Zulmansyah Sekedang. Pergantian posisi itu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan fungsi organisasi pasca wafatnya salah satu tokoh penting di tubuh PWI.
Seiring reposisi tersebut, posisi Bendahara Umum yang sebelumnya dijabat Marthen Selamet Susanto kini dipercayakan kepada Sumber Rajasa Ginting. Pergeseran jabatan ini menjadi bagian dari penyesuaian internal untuk memastikan efektivitas koordinasi dan tata kelola organisasi tetap berjalan baik.
Tak hanya pada posisi strategis, sejumlah perubahan juga dilakukan pada jajaran pengurus harian di berbagai bidang. Penyesuaian itu disebut sebagai langkah penyegaran organisasi agar mampu menjawab kebutuhan kelembagaan sekaligus memperkuat soliditas antar pengurus.
Ketua Umum PWI Pusat, Munir Akhmad, berharap susunan kepengurusan yang baru dapat semakin memperkuat konsolidasi organisasi serta melanjutkan pengabdian yang selama ini telah dibangun.
“Susunan kepengurusan yang baru ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melanjutkan pengabdian dan semangat yang telah diwariskan almarhum Zulmansyah Sekedang bagi PWI dan dunia pers nasional,” tulis Munir melalui unggahan resminya.
Langkah restrukturisasi ini juga dipandang sebagai bagian dari komitmen PWI Pusat untuk menjaga stabilitas organisasi di tengah tantangan industri media yang terus berkembang, sekaligus memastikan program-program kerja tetap berjalan secara berkesinambungan.
Jfr
