-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Puluhan Orang Diduga Jadi Korban Arisan Berantai di Kelapadua Tangerang

Selasa, 26 Mei 2026 | 14.37.00 WIB Last Updated 2026-05-26T07:41:04Z

Gambar ilustrasi 

TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID–
Dugaan praktik arisan dengan iming-iming keuntungan cepat mencuat di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Puluhan orang diduga menjadi korban setelah mengikuti arisan yang disebut-sebut dikelola oleh seorang perempuan berinisial IP.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, arisan tersebut awalnya menawarkan keuntungan dalam waktu singkat dengan nominal setoran bervariasi. Peserta disebut diminta mentransfer uang mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta, dengan janji memperoleh keuntungan dalam periode tertentu.


Pola yang dijalankan diduga berlangsung bertahap. Setelah peserta menerima keuntungan awal, mereka kembali ditawari untuk mengikuti nominal yang lebih besar dengan iming-iming hasil lebih tinggi. Situasi itu membuat sebagian peserta kembali menyetorkan uang karena percaya keuntungan akan terus berjalan.


Salah satu korban, Ammy, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp5 juta setelah mengikuti arisan tersebut. Selain itu, korban lain bernama Yayan disebut mengalami kerugian mencapai Rp42 juta, sementara korban yang biasa disapa Cici mengaku uang sekitar Rp29 juta ikut tersangkut dalam arisan tersebut.


“Awalnya terlihat meyakinkan karena ada yang sempat mendapat keuntungan. Setelah itu peserta diarahkan lagi untuk ikut nominal lebih besar,” ujar salah satu sumber kepada wartawan Senin (25/5/26) malam


Informasi yang dihimpun menyebutkan, sosok yang diduga mengelola arisan tersebut berinisial IP, yang disebut merupakan warga Kampung Rumpak Sinang, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua.


Merasa dirugikan, sejumlah korban disebut telah mendatangi Polsek Kelapa Dua untuk melaporkan persoalan tersebut. Namun, menurut pengakuan korban, mereka diarahkan petugas agar terlebih dahulu membuat somasi kepada pihak yang diduga mengelola arisan sebelum menempuh langkah hukum lebih lanjut.


Di tengah upaya para korban mencari kejelasan, muncul informasi dari pihak keluarga bahwa IP, yang selama ini diketahui tinggal bersama orang tuanya, disebut telah meninggalkan rumah. Hingga kini, keberadaannya dikabarkan belum diketahui secara pasti.


Kondisi tersebut semakin menambah keresahan para korban yang berharap ada itikad baik dan kejelasan terkait pengembalian dana yang telah disetorkan. Sejumlah korban mengaku masih berupaya menghubungi pihak yang bersangkutan, namun belum memperoleh kepastian.


Sementara itu, upaya konfirmasi juga telah dilakukan wartawan kepada pihak IP pada Senin malam (25/5/2026). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban maupun keterangan resmi yang diberikan terkait dugaan tersebut.


Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak terkait sebagai bentuk keberimbangan informasi.

Red