![]() |
| Ilusterasi |
TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) Banten 2026 menjadi penanda retaknya etika kemitraan antara Pemerintah Kota Tangerang dan insan pers. Saat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang berangkat mengikuti agenda resmi HPN, Wali Kota Tangerang justru memilih menggelar acara sendiri di lingkungan Pemkot Tangerang.
Sebanyak 35 orang kontingen PWI dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang bertolak ke rangkaian HPN Banten 2026, Sabtu (7/2/2026), dari Sekretariat Bersama PWI–SMSI–JTR di Jalan Daan Mogot No. 51A, Kelurahan Suka Asih.
Keberangkatan itu berlangsung tanpa kehadiran satu pun pejabat Pemkot Tangerang, meski surat audiensi dan permohonan pelepasan telah disampaikan secara resmi jauh hari sebelumnya.
Ironisnya, di waktu yang sama, Wali Kota diketahui melaksanakan agenda kegiatan internal di Pemkot Tangerang. Pilihan ini memunculkan kesan kuat bahwa kehadiran bersama insan pers bukan prioritas, bahkan pada momentum nasional yang menyangkut kebebasan pers.
Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, menegaskan bahwa PWI telah menempuh jalur formal.
“Kami menyurati resmi dan mengajukan audiensi. Tidak ada penolakan, tapi juga tidak ada jawaban. Ketika kami berangkat HPN tanpa satu pun perwakilan Pemkot, sementara wali kota justru membuat acara sendiri, wajar jika kami merasa tidak dihargai,” ujarnya.
Absennya Pemkot juga terjadi pada puncak peringatan HPN di Sekretariat PWI Kota Tangerang. Tidak hanya Wali Kota yang tak hadir, tidak ada ucapan resmi maupun karangan bunga dari Pemkot Tangerang, sebuah bentuk penghormatan simbolik yang selama ini menjadi tradisi relasi pemerintah dan pers.
Sikap ini dinilai jauh berbeda dengan pola hubungan yang dibangun wali kota sebelumnya.
Di era Arief R. Wismansyah, dan PJ Walikota Nurdin,Pemkot dan PWI menjalin komunikasi terbuka. Pelepasan HPN, kehadiran dalam acara pers, hingga dialog informal menjadi hal lumrah. Pola itu masih berlanjut di masa Nurdin, yang tetap menjaga etika kemitraan dengan insan pers.
PWI menjalankan agenda nasional.
Pemkot memilih agenda sendiri.
Tanpa kehadiran, tanpa simbol dukungan, tanpa penjelasan.
Pers Bukan Aksesoris Kekuasaan
PWI menegaskan bahwa Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan terhadap fungsi pers sebagai pilar demokrasi.
“Pers bukan aksesoris kekuasaan yang hanya dibutuhkan saat nyaman. Kritik adalah bagian dari tanggung jawab kami. Jika pers mulai dihindari, publik berhak bertanya: apa yang sedang ditutup?” tegas Herwanto.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Tangerang belum memberikan klarifikasi resmi terkait ketidakhadiran dalam pelepasan kontingen maupun puncak peringatan HPN Banten 2026.
Kontingen PWI dan SMSI Kota Tangerang tetap mengikuti rangkaian HPN dengan membawa nama daerah dan menjaga profesionalisme.
Namun satu kesan telanjur terbentuk
saat insan pers berkegiatan atas nama daerah, Pemkot Tangerang justru memilih berjalan sendiri.
Red/Jfr
