Notification

×

Iklan

Iklan

200 Wartawan PWI Siap Ikuti Retret Bela Negara di Bogor, Bagian Rangkaian HPN 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 | 18.16.00 WIB Last Updated 2026-01-24T11:22:56Z

200 Wartawan PWI Siap Ikuti Retret Bela Negara di Bogor, Bagian Rangkaian HPN 2026
Retret PWI 

JAKARTA,BERITATANGERANG.CO.ID -
Sekitar 200 wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) siap mengikuti Diklat Bela Negara yang digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk retret orientasi kebangsaan dan bela negara ini akan berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kementerian Pertahanan, Bogor, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.


Finalisasi peserta dan seluruh kelengkapan kegiatan telah dilakukan pada Jumat (23/1/2026) oleh Kementerian Pertahanan bersama PWI Pusat. Finalisasi meliputi pendataan peserta, kesiapan logistik, serta teknis keberangkatan.

Para peserta dijadwalkan mengambil perlengkapan kegiatan di Kantor PWI Pusat pada Rabu (28/1/2026). Selanjutnya, pada Kamis (29/1/2026) pukul 06.30 WIB, seluruh peserta akan berangkat bersama menggunakan bus dari Kementerian Pertahanan RI menuju Bogor.


Sebelumnya, rapat koordinasi pemantapan telah digelar di Gedung A.H. Nasution, Kementerian Pertahanan RI, Rabu (21/1/2026). Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa lokasi pelatihan dipindahkan dari Akademi Militer Magelang ke Bogor.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan pemindahan lokasi dilakukan karena padatnya agenda di Akmil Magelang.

“Karena jadwal di Akmil Magelang padat dan berbenturan dengan agenda PWI, maka pelaksanaan Diklat Bela Negara dialihkan ke Pusdiklat Bela Negara Kemenhan di Bogor agar kegiatan tetap berjalan optimal,” ujarnya.


Sekretaris Jenderal PWI yang juga Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, menegaskan bahwa Diklat Bela Negara merupakan salah satu program strategis HPN 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran wartawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Diklat Bela Negara akan melibatkan sejumlah pemateri dari kementerian, lembaga, hingga kalangan akademisi, termasuk Universitas Pertahanan. Materi dirancang secara berjenjang dan terukur, dengan fokus pada penguatan nilai-nilai dasar bela negara.


Agenda utama retret meliputi kegiatan outbound, immersive learning, serta pembekalan mental, disiplin, kepemimpinan, dan solidaritas kebangsaan.


Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, mengatakan konsep Diklat Bela Negara Wartawan PWI merupakan hasil kesepakatan antara pimpinan PWI Pusat dan Menteri Pertahanan.

“Pelatihan ini tidak hanya membentuk wartawan yang profesional secara jurnalistik, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki solidaritas kebangsaan yang kuat,” ujarnya.


Menurutnya, seluruh peserta akan mengikuti kegiatan secara kolektif tanpa pembagian kelompok untuk membangun kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama.

Dari sisi teknis, seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan mengikuti kegiatan selama tiga hari dan berhak memperoleh Sertifikat Bela Negara setelah dinyatakan lulus.


Sementara itu, Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami siap dan merasa terhormat bisa menyambut para wartawan PWI,” katanya.

Rapat koordinasi juga dihadiri jajaran pengurus PWI lainnya, antara lain Wakil Ketua Bidang Hankam TNI/Polri Musrifah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Kadirah, Wakil Ketua Satgas Anti Hoaks Mercys Charles Loho, serta Wakil Ketua Bidang Humas Akhmad Dani.


Selain itu, ditegaskan pula tata tertib peserta selama kegiatan, seperti pembatasan penggunaan telepon genggam, larangan merokok di barak, serta pengaturan jam istirahat malam sebagai bagian dari pembinaan mental, disiplin, dan tanggung jawab kebangsaan.


Red/Jfr


Sumber : PWI Pusat