![]() |
| Tangkapan layar video |
TANGSEL,BERITATANGERANG.CO.ID – Seorang pria di Video Viral berdurasi 02.30 detik tengah menganiaya dan menodongkan pistol ke arah pria yang belakangan diketahui sebagai pengemudi taksi online di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, dipastikan merupakan anggota aktif TNI.
Komandan Kodim 0510/Tigaraksa, Letkol Inf Yudho Setyono, membenarkan bahwa pria berinisial Peltu A tersebut adalah prajurit yang berdinas di Kodim 0510/Tigaraksa.
“Benar, ada oknum anggota yang terlibat dalam peristiwa tersebut,” ujar Yudho saat dikonfirmasi di Tangerang, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, setelah adanya laporan mengenai dugaan penganiayaan tersebut, yang bersangkutan langsung diamankan oleh Polisi Militer untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini sudah ditangani oleh Polisi Militer (POM) untuk proses pemeriksaan dan klarifikasi,” katanya.
Peristiwa tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah rekaman video beredar luas, salah satunya melalui akun Instagram @daschamindonesia.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang mengaku sebagai aparat menghampiri pengemudi taksi online setelah kendaraan keduanya diduga bersenggolan di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu.
Situasi yang awalnya hanya cekcok di jalan kemudian memanas hingga berujung tindakan kekerasan. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat dibanting ke jalan meski tangannya dalam kondisi diborgol.
Tak hanya itu dalam video tersebut pelaku juga tampak menodongkan pistol ke arah kepala korban, sehingga memicu kemarahan warganet setelah video tersebut menyebar luas.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut pada Senin, 2 Maret 2026.
“Setelah laporan masuk, kami melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban dan pelapor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, insiden tersebut berawal dari senggolan kendaraan yang kemudian memicu adu mulut hingga berujung dugaan penganiayaan.
Saat ini, sejumlah barang bukti termasuk rekaman video yang beredar di media sosial masih didalami oleh penyidik.
Sementara terduga pelaku telah diserahkan kepada satuan Polisi Militer untuk diproses sesuai kewenangan.
“Kami masih mendalami barang bukti dan video yang beredar. Untuk terduga pelaku sudah diserahkan ke satuan samping, yakni Denpom Jaya,” jelasnya.
Red/Jfr
