SUMATRA.BERITATANGERANG.CO.ID -- Pasca-bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara, personel TNI terus mengintensifkan upaya pemulihan.
Fokus utama dari operasi kemanusiaan ini adalah pembersihan rumah warga, dengan prioritas khusus pada tempat tinggal kelompok rentan, yakni para lanjut usia (lansia).
Di Kabupaten Aceh Tamiang, prajurit dari Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yonif TP 852/ABY dikerahkan ke Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu.
Mereka menyasar rumah-rumah lansia yang masih tertimbun material banjir. Progres pembersihan bervariasi, seperti di kediaman Bapak Zulkifli yang mencapai 30 persen pada bagian dalam rumah, serta Bapak Jumangin yang telah mencapai 85 persen.
Pembersihan intensif juga dilakukan di rumah Bapak Sukimin yang tertimbun lumpur setebal 50 sentimeter.
Dengan menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan gerobak sorong, prajurit TNI membantu mengeruk lumpur agar rumah kembali layak huni.
Upaya serupa juga menyasar Desa Pematang Durian di Kecamatan Sekerak, di mana rumah Bapak M. Yusuf, Bapak Alias, dan Andika dibersihkan dari endapan lumpur.
Gerakan bersih-bersih ini juga berlangsung di Kabupaten Bireuen, mencakup sektor Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, dan Samalanga.
Prajurit TNI bahu-membahu membersihkan rumah milik Bapak Yusup, Ibu Nana, Bapak Saifudin, hingga Ibu Mardiah dari sisa-sisa banjir.
Tidak hanya di Aceh, aksi tanggap TNI juga menyentuh wilayah Sumatera Utara. Di Kabupaten Tapanuli Selatan (Kecamatan Batang Toru) dan Tapanuli Tengah (Kecamatan Tukka), personel TNI membersihkan batang kayu, perabot rusak, serta lumpur yang mulai mengering di pemukiman warga.
Langkah ini merupakan wujud komitmen TNI untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat, khususnya bagi warga lansia yang memiliki keterbatasan fisik dalam membersihkan tempat tinggal mereka.
(*)
.jpeg)