-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sejumlah Pedagang Buah di Ciledug Terluka Diserang Sekelompok Pria Bersenjata Golok

Jumat, 03 Juli 2026 | 14.03.00 WIB Last Updated 2026-07-03T07:03:15Z

Pedagang Buah di Ciledug Bentrok Dengan Sekelompok Orang Bersenjata Golok,Ini Dugaan Pemicunya
Para pelaku saat diamankan Polres Metro Tangerang Kota

TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID –
Penolakan terhadap permintaan uang jatah sebesar Rp10 ribu per hari diduga menjadi pemicu aksi penyerangan berdarah terhadap pedagang buah di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (1/7/2026) malam.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB itu membuat sejumlah pedagang mengalami luka bacok dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.


Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit mengungkapkan, peristiwa bermula saat seorang pria berinisial ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang semangka dan melon untuk meminta uang sebesar Rp10 ribu per hari.


Barang bukti Golok yang disita dari tangan pelaku 

Namun permintaan tersebut ditolak para pedagang. Tak lama berselang, pelaku kembali dengan membawa senjata tajam dan mengajak sejumlah rekannya untuk melakukan penyerangan.


"Awalnya datang sekitar enam orang. Karena kalah jumlah, mereka kembali lagi dengan membawa sekitar sepuluh orang lainnya yang juga membawa senjata tajam," ujar Parikhesit.


Bentrok pun tak terhindarkan. Akibatnya, tiga pedagang buah mengalami luka bacok serius, sementara dua orang dari kelompok penyerang juga terluka dan dilarikan ke rumah sakit.


Berbekal keterangan para saksi dan hasil penyelidikan di lapangan, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek bergerak cepat mengamankan dua orang yang diduga terlibat.


Mereka adalah MSS alias Bule yang diduga melakukan pembacokan terhadap korban, serta Panji alias Qbenk yang diduga membantu membawa salah satu pelaku ke rumah sakit usai kejadian.


Dalam penggeledahan, polisi menemukan sarung golok di rumah salah satu terduga pelaku, sandal bercak darah, serta mengamankan satu bilah golok yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti.

Sementara itu, polisi masih memburu beberapa terduga pelaku lainnya, yakni ZI alias Udin, Fajar, dan Angki yang diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

"Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat," tegas Parikhesit.


Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari mengajak masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.


Ia juga meminta masyarakat yang menjadi korban aksi premanisme atau pemerasan agar segera melapor melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat.

"Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.



Red