-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polsek Jatiuwung Ringkus 13 Anggota Geng Motor Pembacok Pelajar di Cibodas, Satu Pelaku Masih Buron

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15.56.00 WIB Last Updated 2026-06-13T08:57:15Z

Polsek Jatiuwung Ringkus 13 Anggota Geng Motor Pembacok Pelajar di Cibodas, Satu Pelaku Masih Buron
Polisi dari Polsek Jatiuwung sita Barang bukti Sajam

TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID
– Jajaran Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota, berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan, penganiayaan berat, dan perampasan telepon genggam yang menimpa seorang pelajar di kawasan Cibodas, Kota Tangerang.

Dalam waktu kurang dari 1x24 jam, polisi berhasil mengamankan 13 terduga pelaku yang diduga terafiliasi dengan kelompok geng motor. Penangkapan dilakukan oleh tim yang dipimpin langsung Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin bersama Kanit Reskrim Iptu Dimas dan anggota Opsnal Polsek Jatiuwung.

“Alhamdulillah kami berhasil mengamankan 13 orang terduga pelaku, termasuk beberapa anak yang masih di bawah umur. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Kompol Rabiin, Kamis.


Berdasarkan hasil penyelidikan, kelompok tersebut diduga menggunakan akun media sosial bernama @_genpangkalan yang dikelola oleh akun @_amerikakobam.jr sebagai sarana komunikasi dan koordinasi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 05.05 WIB di Jalan Dipati Unus, RT 003/009, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.


Korban diketahui bernama Karim Permadi (16), seorang pelajar asal Sepatan, Kabupaten Tangerang. Sebelum kejadian, korban bersama sejumlah temannya berkumpul di rumah salah satu rekannya di wilayah Sepatan sejak Senin malam (8/6/2026).

Sekitar pukul 04.30 WIB, korban dan teman-temannya memutuskan pulang menggunakan sepeda motor secara beriringan. Namun saat melintas di lokasi kejadian, mereka diadang oleh sekelompok pelaku.

“Para pelaku memepet kendaraan korban dan memaksa mereka turun dari sepeda motor. Setelah korban dan saksi turun, kelompok tersebut langsung melakukan kekerasan secara membabi buta serta merampas telepon genggam milik korban,” kata Rabiin.


Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka sobek serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam dan harus menjalani perawatan medis.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya beberapa bilah senjata tajam jenis celurit dan sabit dengan berbagai ukuran, jaket milik korban yang berlumuran darah, satu unit telepon genggam, serta hasil visum et repertum dari rumah sakit.


Dari hasil pemeriksaan sementara, ke-13 pelaku mengakui memiliki peran yang berbeda-beda dalam aksi tersebut. Ada yang berperan sebagai eksekutor pembacokan, pengendara sepeda motor, hingga admin akun media sosial yang digunakan untuk mengoordinasikan kelompok.

Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku yang diduga berperan penting dalam aksi tersebut.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku yang dikenal dengan nama Acong,” tegasnya.

Kompol Rabiin juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar memastikan anak-anak sudah berada di rumah pada malam hari dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas mereka, termasuk penggunaan telepon genggam. Dengan begitu pergaulan anak dapat lebih terkontrol,” ujarnya.

Ia berharap pengungkapan kasus tersebut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat saat beraktivitas.

“Kami berharap dengan ditangkapnya kelompok ini dapat menimbulkan rasa aman bagi masyarakat. Razia dan patroli pada malam hingga dini hari akan terus kami lakukan,” tutupnya.


Jfr