![]() |
| Ilusterasi |
TANGERANG,BERITATANGERANG.CO.ID.— Aksi pencurian kabel bawah tanah yang diduga milik Telkom Indonesia kian marak terjadi di sejumlah titik wilayah Tangerang. Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret dan tegas dari pihak perusahaan pelat merah tersebut untuk menghentikan praktik yang diduga telah berlangsung lama itu.
Pantauan di lapangan, sejumlah galian mencurigakan kerap ditemukan di tepi jalan, terutama di kawasan minim pengawasan. Kabel yang diincar diduga merupakan kabel lama atau tidak aktif, namun tetap mengandung tembaga bernilai tinggi.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menduga, aksi ini tidak mungkin berjalan tanpa informasi detail mengenai titik kabel yang sudah tidak aktif.
“Kalau orang luar, mana tahu kabel mana yang sudah mati dan mana yang masih aktif. Ini patut diduga ada yang memberi bocoran,” ujar sumber tersebut.
Dugaan adanya “orang dalam” pun mencuat. Informasi mengenai jalur kabel aktif dan nonaktif bukanlah data umum yang bisa diakses sembarang pihak. Apalagi, jaringan bawah tanah memiliki peta teknis yang hanya diketahui internal perusahaan atau mitra tertentu.
Wakil Ketua Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Provinsi Banten Muhammad Zainuddin yang akrab disapa Zenal, menilai fenomena ini patut dicurigai lebih dalam.
“Kalau kabel nonaktif yang diambil secara spesifik, berarti pelaku tahu persis titiknya. Itu bukan informasi umum. Sangat mungkin ada kebocoran informasi dari internal atau pihak yang punya akses,” tegas Zenal.
Menurutnya, jika benar terjadi kebocoran data jaringan, maka persoalannya bukan sekadar pencurian biasa, melainkan berpotensi menjadi kasus serius menyangkut pengelolaan aset BUMN.
“Sebagai perusahaan milik negara, aset Telkom adalah bagian dari kekayaan negara. Harus ada pengamanan ketat. Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk dalam tata kelola aset,” tambahnya.
Selain merugikan perusahaan, pencurian kabel juga berpotensi mengganggu layanan telekomunikasi masyarakat.
Beberapa warga mengaku sempat mengalami gangguan jaringan, meski belum ada keterangan resmi apakah hal itu berkaitan langsung dengan aksi pencurian tersebut.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak Telkom belum memberikan pernyataan terbuka terkait maraknya pencurian kabel bawah tanah di wilayah Tangerang. Sikap diam ini memunculkan pertanyaan publik: apakah perusahaan tidak menyadari kebocoran asetnya, atau justru memilih tutup mata?
Zenal pun mendorong aparat penegak hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.
“Kalau ada indikasi kebocoran informasi internal, penyelidikan harus diperluas. Telusuri siapa yang punya akses data jaringan dan bagaimana informasi itu bisa keluar,” tandasnya.
Publik kini menunggu langkah tegas dari Telkom. Jangan sampai aset negara berubah menjadi “ladang tembaga” yang dipanen diam-diam, sementara perusahaan bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
Red
