-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kisah M dan Janji Pernikahan Oknum PPPK yang Tak Sampai ke Pelaminan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23.05.00 WIB Last Updated 2026-02-21T16:31:03Z

Kisah M dan Janji Pernikahan Oknum PPPK yang Tak Sampai ke Pelaminan
Gambar ilustrasi 

TANGSEL,BERITATANGERANG.CO.ID
— Seorang perempuan berinisial M mengungkap kisah hubungannya dengan seorang pria yang disebut berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan BGN Banten.


Hubungan yang menurut pengakuannya dibangun dengan komitmen menuju pernikahan itu disebut berakhir tanpa kepastian.

Kepada wartawan, M memperlihatkan sejumlah tangkapan layar percakapan digital yang berisi pembahasan rencana pernikahan. Dalam salah satu pesan, pria tersebut menyampaikan niat untuk menikah setelah M menyelesaikan masa iddah.


“Iya sayang, nanti kita nikah yah,” demikian isi pesan yang ditunjukkan M kepada redaksi.

Dalam percakapan lain, disebut pula kemungkinan pernikahan siri serta komunikasi dengan keluarga M. Hal itu, menurutnya, membuat ia yakin hubungan tersebut akan berlanjut ke jenjang lebih serius.


Namun dalam dinamika hubungan tersebut, M mengaku mengalami tekanan emosional. Ia menyebut sempat hamil dari hubungan mereka. Dalam percakapan yang diperlihatkan kepada redaksi, pria tersebut menuliskan kekhawatirannya terkait kondisi M dan menyebut ingin “janinnya keluar” agar M kembali sehat secara fisik dan mental.


“Justru itu aku mau janinnya keluar… aku mau kamu sehat,” demikian salah satu isi pesan.


M mengaku berada dalam kondisi tertekan saat itu. Ia menyebut sempat mencoba menggugurkan kandungan yang disebutnya merupakan hasil hubungan mereka berdua. Dalam pesan balasan, M mengungkapkan trauma mendalam atas kehilangan yang dialaminya.


“Aku ngerasain trauma, syok kesedihan kehilangan yang kedua kali,” tulis M dalam percakapan tersebut.

M juga menyampaikan bahwa keputusan mengakhiri rumah tangga sebelumnya diambil karena meyakini hubungan tersebut akan berujung pada pernikahan. Namun setelah proses perceraian rampung, komitmen yang pernah dibicarakan tidak terealisasi.


“Saya pegang ucapan dan janji itu, karena disampaikan langsung dan diketahui keluarga,” ujar M.

Hingga berita ini diterbitkan, pria yang disebut dalam pengakuan M belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi. Media juga masih berupaya meminta klarifikasi dari instansi terkait mengenai status kepegawaian yang disebutkan.


Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan M dan dokumen percakapan yang ditunjukkan kepada redaksi. Media tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait.



Red/Jfr