![]() |
| Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin bersama Anggota TNI dan Pemkot dilokasi kerjabakti |
Kegiatan ini melibatkan Polsek Jatiuwung, unsur TNI, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat setempat. Sekitar 100 personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan gorong-gorong, mengangkat sampah, menyapu jalan lingkungan, dan memangkas ranting pohon yang berpotensi membahayakan.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin mengatakan, kerja bakti dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang kerap menimbulkan genangan di sejumlah titik.
“Beberapa saluran air terlihat tersumbat sampah dan lumpur. Ini yang kita bersihkan agar aliran air kembali lancar,” ujarnya di lokasi.
Menurutnya, persoalan banjir di kawasan permukiman tidak hanya disebabkan oleh curah hujan, tetapi juga oleh kondisi drainase yang kurang terawat. Karena itu, keterlibatan warga menjadi penting agar kebersihan lingkungan dapat terus terjaga.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari menilai, kerja bakti semacam ini merupakan bentuk langkah preventif untuk meminimalkan potensi banjir.
“Kalau saluran air dibiarkan tersumbat, hujan sebentar saja bisa menimbulkan genangan. Maka yang paling mendasar adalah memastikan drainase berfungsi,” katanya.
Camat Periuk Andhika Nugraha menyebut wilayah Periuk Damai termasuk kawasan yang cukup rawan tergenang saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Kegiatan ini membantu membuka kembali saluran air yang selama ini tertutup sampah. Dampaknya langsung dirasakan warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua RW 08 Periuk Damai, Heri Bertus. Ia mengakui, sebagian saluran air di lingkungannya memang kerap tersumbat, terutama setelah hujan deras.
“Kalau tidak dibersihkan bersama-sama, air cepat meluap. Dengan kerja bakti ini, saluran jadi lebih terbuka,” kata Heri.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan saat musim hujan, tetapi juga menjadi agenda rutin agar persoalan genangan bisa ditekan sejak dini.
Kerja bakti berlangsung hingga siang hari dan berjalan tertib. Sejumlah tumpukan sampah serta endapan lumpur dari saluran air berhasil diangkut.
Warga yang terlibat terlihat aktif membersihkan lingkungan sekitar rumah mereka masing-masing.Dengan pembersihan ini, diharapkan aliran air di kawasan Periuk Damai kembali lancar dan risiko genangan saat hujan dapat diminimalkan.
Red/Jfr

