TANGERANG, BERITATANGERANG.CO.ID — Menghadapi potensi cuaca ekstrem dan puncak musim penghujan, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengintensifkan program normalisasi dan pengerukan sedimen lumpur di tujuh sungai prioritas.
Pengerahan Ekskavator Amfibi dan Pasukan Drainase
Normalisasi ini berfokus pada pengembalian daya tampung debit air (kapasitas hidrolik) serta pembersihan gulma dan sampah liar yang kerap menghambat laju air di titik-titik penyempitan sungai.
Tujuh aliran sungai yang menjadi target prioritas pengerukan meliputi:
- Sungai Cisadane (segmen pusat kota dan hilir)
- Kali Angke (wilayah Ciledug dan Karang Tengah)
- Kali Cantiga (kawasan Cipondoh)
- Kali Sabi (wilayah Periuk dan Cibodas)
- Kali Cirarab (perbatasan Jatiuwung)
- Kali Ledeng
- Saluran Pembuang Mokevart
“Langkah preventif ini penting agar daya tampung sungai kita maksimal saat menerima kiriman debit air dari hulu Katulampa Bogor maupun curah hujan lokal berintensitas tinggi,” jelas Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang.
Kesiapan Rumah Pompa dan Pintu Air
Selain pengerukan, Pemkot Tangerang memastikan seluruh pintu air pengendali banjir serta puluhan unit pompa stasioner dan pompa mobile di titik-titik rawan genangan seperti Total Persada, Ciledug Indah, dan Puri Kartika berada dalam kondisi prima dengan pasokan genset cadangan.
💡 Mari berdiskusi secara sehat, santun, dan beretika. Hindari ujaran kebencian, hoaks, serta unsur SARA sesuai Pedoman Media Siber.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan pandangan atau opini Anda mengenai berita ini.